Rabu, 29 Mei 2013

outpouring of the heart ( CURAHAN HATI ) part 2

 by Bellina Wirdya Rachma Dewinta

outpouring of the heart ( CURAHAN HATI ) part I
klik disini 

Lanjutan . . . .

Terkadang kak'Poo juga ngajak in Bee sms an, pas banget.
Waktu itu kak'Poo lagi masuk kuliah, dan Bee pun belum pulang dia masih di kos-kos an temen,
dan Bee coba biar bisa ngobrol langsung sama sosok orang selalu Bee puja selama 1 tahun :)
karena Bee ingat jalan rumah Bee sama kak'Poo itu 1 jalur walaupun masih jauhan rumah Bee daripada kak'Poo :)

tiba-tiba happe Bee bergetar, dan ternyata kak'Poo sms,
kak'Poo: Bee, lagi dimana nih ?
Bee: lagi di koskosan temen, kalo kaka dimana?
kak'Poo: lagi di kampus nunggu hujan reda nih, omong* kok belum pulang? terus koskosan temen kamu dimana?
Bee: ohh, lagi bete ya kak ? :p iya nih kak sama lagi nunggu hujan reda, hmm deket kok sama kampus kaka,
kak'Poo: ohh, :) iya lagi bete dek !! :)
(8menit)
Bee: kak ayo pulang, :D
kak'Poo: ayoo, mau nebeng ? :o
Bee: aku bawa motor kok ayo aku tunggu di perempatan depan kampus kaka ya
kak'Poo: oke :D

dengan senang+gembira Bee pun langsung naik sepada motor sampai lupa tidak berpamitan sama temen temen kosnya, saat dia menuju ketempat janjian, Bee belum lihat sepada motor (Jupiter) dan helm INK Merah Maroon,
yasudah mau gak mau Bee nunggu si IDOLA nya :)
tak lama dari belakang Bee, ada orang yang sesuai dengan motor dan helm yang biasa di pakek,
seketika Bee tak bisa ngomong apa-apa badannya kedinginan gemetar atau gemetar karena gugup,

kak'Poo pun nyamperin Bee, padahal posisi itu cuaca juga masih gerimis, tapi itu yang membuat Bee bisa ngobrol sama kak'Poo. Bee seneng gak ketulungan, dia bener rasanya itu kayak mimpi, biasanya dia ngobrol di Chat Facebook dan di SMS tapi sekarang dia langsung tatap muka sama dia,

Kak'Poo tersenyum sama Bee dan bilang " AYO DEK "
saat itu kak'Poo jalan duluan dan Bee di belakang, dia masih gak percaya kalau barusan yang ngajakin jalan IDOLA nya :D Dari belakang Bee ada temen kak'Poo yang langsung di samping kak'Poo dengan motornya. Bee pun merasa sebelsebel seneng :)

Bersambung . . . . .



Perempuan itu ISTIMEWA :*

 by SukmaAyu Maya Suprapto

Perempuan itu cinta
cinta tulus APA ADANYA
cinta baginya bagai mutiara
putih, suci, mimpi
seputih kapas sesuci hati terbang ke surga mimpi


Perempuan itu mahal
tak bisa ditukar dengan harta maupun tahta
hanya pria berotak SMA saja
yang silaukan hartanya tuk menggodanya
tapi Perempuan akan luluh dengan cinta dan satu kata “ sah”
hingga merelakan hidupnya seperti budak para pria yang memilikinya


Perempuan itu lemah
lemah karena kodratnya tak pernah berfikir dengan sejuta logika
mukjizat bagi para pria pecinta wanita keturunan buaya
yang lulus mata kuliah
Morfologi kata dan mendapat A


Perempuan itu indah
Indah wajahnya, tubuhnya, hatinya yang jelas bukan mbak indah namanya
Setiap pria pasti tergoda
Lihat perilakunya, lihat peringainya
Apalagi saat ia tebar pesona


Perempuan itu tak terduga
apalagi saat ia jatuh cinta
senyum sendiri seperti orang gila, sering bercermin sambil berkata aku sayang kamu juga
mereka menggilai cinta, tapi para pria selalu menggilainya
dan siapakah yang paling gila ??
yang jelas bukan saya


Bukan karena maiiya perempuan, maiiya menyanjungnya
Tapi karena mereka SANGAT ISTIMEWA
Tanpa dia tak ada artinya seorang pria
Dunia akan hampa,
Tak kan ada pertengkaran, tak akan ada juga senyum kebahagiaan



Karena itulah Wanita Itu Istimewa :)

Kenangan Di Pantai Rindu

Di pantai ini…..
Pernah kusimpan merahnya bunga mawar
Yang tak bosannya ia untuk mekar
Tapi kini ia telah layu
Menyisakan sebuah rasa pilu

Di pantai ini…..
Luas samudra biru mengundang rindu
Sebuah kenangan yang tlah berlalu
Anginnya berhembus menusuk kalbu
Membawa angan tak menentu

Di pantai ini…..
Sebuah kisah berawal

Di pantai ini …..
Kisah itu berakhir


Zen ( Zainal Fibrianto )
Yogya, 22-11-2008

Selasa, 28 Mei 2013

Ratapan Gadis Pengemis

Aku menyusuri jalan di tengah keramaian kota.. Kendaraan berlalu lalang memenuhi jalan raya. Panasnya terik matahari serta asap kendaraan yang terus bertebaran tak dapat mematahkan semangatku tuk tetap menyusuri jalan di kota ini. Di perempatan jalan aku berhenti. Menanti kendaraan yang akan berhenti menunggu hijaunya lampu lalu lintas. Sudah bertahun-tahun aku menjalani hidup di jalanan. Kehidupan yang dianggap oleh banyak orang sebagai sesuatu yang hina. Bahkan ada yang menganggapku sampah.
Kudekati sebuah mobil yang berhenti di perempatan jalan. Kaca mobil terbuka. Terlihat oleh mataku seorang lelaki tengah baya memakai jas yang dihiasi dasi di lehernya. Dari pakaian yang ia kenakan tampaknya dia adalah orang kaya. Kudekatkan tanganku di kaca mobil. Berharap dia akan memberiku uang.
“Pak, kasihani saya! Saya dari tadi pagi belum makan. Beri saya uang pak!” pintaku pada orang tersebut.
Orang itu tak menoleh padaku. Ia seolah-olah tak mendengar perkataanku sama sekali. Kuulangi lagi perkataanku. Berharap dia segera memberiku uang.
“Pak, kasihani saya! Saya dari tadi pagi belum makan. Beri saya uang pak!” Ia akhirnya menoleh padaku. Tapi ia hanya diam saja. Tak ada senyum, tak ada ucapan, tak ada uang yang diberikan. Hanya ada tatapan mata yang tajam.
“Pak, saya belum makan!”ucapku lagi.
Tanpa basa basi ia menutup kaca mobil. Ternyata ia tak menghiraukanku. Tak lama kemudian lampu berubah warna hijau. Dengan cepat ia melaju dengan mobilnya.
Aku duduk di trotoar. Menunggu lagi kendaraan yang akan berhenti di perempatan jalan. Itulah profesiku berhari-hari. Profesi sebagai pengemis. Menanti pemberian dari tangan sang dermawan. Apakah aku salah mendapatkan uang dengan cara mengemis? Aku hanyalah seorang gadis berumur tujuh belas tahun yang hidup sebatang kara. Ayahku meninggal dunia sudah lama. Ibuku pergi meninggalkan aku sendirian di kota ini. Kini aku tak tahu ibuku ada dimana. Aku sama sekali tak pernah mengenyam bangku pendidikan. Setiap hari aku mencari makan sendiri. Ketika malam aku tidur di pinggir jalan. Tidur berselimutkan angin malam yang sangat dingin. Adakah orang yang dengan ikhlas membantu pengemis seperti aku ini? Adakah orang yang peduli dengan nasib anak-anak seperti aku ini? Apakah mereka tidak melihat bahwa masih banyak orang-orang kelaparan terkapar dimana-mana? Atau mereka hanya pura-pura tidak melihat?
Aku tak pernah habis pikir, di negeri ini banyak sekali orang-orang kaya dengan bergelimangan harta benda, rumah-rumah elite, mobil-mobil mewah, gedung-gedung pencakar langit yang semakin memadati kota, tetapi orang-orang yang menderita dan kelaparan tak kalah banyaknya. Orang-orang dengan pendidikan tinggi bertebaran dimana-mana, tetapi orang-orang yang tak pernah mencicipi pendidikan tak kalah hebatnya bertebaran di seluruh pelosok negeri. Para pemerintah dengan segala jabatan dan kekuasaannya tak mampu mengayomi rakyat-rakyatnya dengan baik. Mereka semua tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka tak peduli dengan penderitaan dan kesengsaraan orang-orang kecil. Kepandaian mereka hanya untuk mereka sendiri. Kekayaan mereka hanya untuk mereka sendiri. Kenikmatan mereka hanya untuk mereka sendiri. Dimanakah mata hati mereka? Apakah hati mereka sudah tertutup? Atau bahkan sudah mati? Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia di sekitarnya? Entahlah....aku tak mengerti. Aku hanyalah seorang gadis pengemis yang hanya bisa meratapi nasib di tengah gelapnya kehidupan.

Zen ( Zainal Fibrianto )
Yogya, 02-06-2010

outpouring of the heart ( CURAHAN HATI ) part I

 by Bellina Wirdya Rachma Dewinta, 12 Februari 2013

Ada satu cewe sebutannya Bee :) dia baru saja putus sama pacarnya yang namanya Jack, karena ortu gak merestukan hubungan Bee dengan Jack. Mau gak mau mereka harus berpisah padahal umur hubungan mereka hampir 1tahun dan Bee gak pernah punya umur hubungan yang hanya sebentarselalu saja 6bulan atau lebih dari 2bulan.
Jack dan Bee pun memiliki komitmen agar mereka bisa move on satu sama lain.
Bee mencoba selama 1bulan dia udah bisa ngelupakan rasa cinta dia ke jack, dia coba buat dirinya jatuh cinta sama seperti waktu dia jatuh cinta.
Tapi tak ada satupun yang bisa bikin dia jatuh cinta, dia coba jatuh cinta sama temen 1 kelas dia namanya Grey tapi dia tetep gak bisa, sama kaka kelas yang dulu pernah Bee fans yang di puja Bee dia pun juga gak bisa --
Dia terus coba sampai 2bulan pun belalu, --
Dia berharap dia bisa bikin ortu dia bangga kalau dia punya pilihan yang tepat dan pas !! :)
Ibu percaya sama Bee, kalau dia gak bakal kecawakan ibu.

Bee pun bersemangat buat Jatuh Cinta,
ada orang di luar sana nunggu Bee, nunggu Bee buat jadi pacarnya.
tapi Bee engg' tau dia itu siapa? Bee bertanya-tanya siapa cowo yang selama ini nunggu Bee,
Bee pernah berfikir kalo itu Grey, temen satu kelasnya.
Karena Grey selalu kasih perhatian ke Bee, Grey selalu ngingetin kalau apa yang Bee lakukan salah,
Grey pernah bilang ke Bee " Jangan elu sembunyiin sakit yang mendalam itu dengan senyumanmu "
Bee pun mencoba tidak bercerita, karena Grey memang belum pasti suka Bee, Bee tau Grey itu gak pernah pacaran,
ada percakapan kecil waktu jam kosong
Bee: " Kamu beneran gak pernah punya pacar ? kan banyak yang suka situ ? Tinggal milih :D "
Grey: " hahaha, enggak Bee aku pengen cari yang pertama dan yang terakhir, aku gak pengen sakit hati, aku gak pengen GALAU dll, gini aja aku udah seneng kok :D "
Bee: "aminn, moga aja kamu dapet yang bener ya :) "

Grey pun tersenyum dengan tulus, Bee pun seneng lihat itu. :D
dia meyakinkan kalau grey gak suka dia, :D dia pun mencoba sama kaka kelasnya namanya di sebut Poo,
dia sering sms an sama kak'Poo, tapi gak ada sedikit pun getaran di sms.
tapi kata temen mereka Bee dan kak'Poo ada getaran tapi ya Bee tetep nyoba alhasil kena cuek sama Kak'Poo __ * to be continued *

Senin, 27 Mei 2013

Ku Akan

Dengan goresan penaku
Ku akan membalut kiasan-kiasan kata
Walau mungkin……
Tak selihai para pujangga

Dengan sinar keabadian cinta
Ku akan menghiasi dunia
Walau mungkin……
Tak seindah intan permata

Dengan kobaran api semangat
Ku akan menggapai bintang-bintang di langit tinggi
Walau mungkin……
Ku terjatuh nanti


Zen ( Zainal Fibrianto )
Yogya, 2006

HANYA GORESAN KATA

 by Zainal Fibrianto & Hasyim Nur Wicaksono

Tanganku berdansa bersama pena
Menggoreskan deretan kata
Menjelmakan kata menjadi syair puisi
Dari ungkapan suara hati
Yang lirih dan tak terdengar

Hanya goresan kata…
Yang mungkin tak indah
Tak juga bermakna
Karna aku bukan pujangga
Yang lihai dalam menghias kata

Aku hanya ingin menggoreskan kata
Hanya itu…
Tak lebih…


Zen, Hasyim
Nganjuk, 08 Juli 2012

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites